Jumat, 18 Desember 2015

AUDIT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Sistem pengolahan data dalam organisasi tidak hanya harus berlangsung dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang setinggi mungkin, akan tetapi juga harus sedemikian rupa sehingga sistem tersebut benar-benar mampu memberikan dukungan yang diperlukan dan memang diharapkan. Dengan perkataan lain, hasil pengolahan data, yaitu informasi, bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan organisasi baik untuk kepentingan sekarang maupun untuk kepentingan di masa depan.

1.     AUDIT ORGANISASI SATUAN KERJA PENGOLAHAN DATA
Dalam banyak organisasi, manajer menjadi salah seorang anggota tim manajemen puncak. Terdapat paling sedikit tiga alasan yang sangat kuat mengapa demikian halnya.
Pertama : Satuan kerja pengolah data perlu diberi “status terhormat” dan berada pada eselon organisasi yang tinggi. Status demikian perlu karena diakui atau tidak, di kalangan manajemen adakalanya terdapat pandangan yang mengatakan bahwa hanya satuan kerja pelaksana tugas pokoklah yang “pantas” diperlakukan sebagai Strategic Business Unit —SBU— karena peranannya selaku profit centers, sedangkan satuan-satuan kerja pelaksana tugas pendukung —termasuk satuan pengolah data— tidak, karena tidak memberikan kontribusi langsung kepada perolehan laba atau keuntungan.
Kedua : Manajer tertinggi dalam lingkungan satuan kerja pengolah data mutlak perlu mengetahui berbagai keputusan strategis yang diambil oleh manajemen puncak memahami latar belakang keputusan tersebut, bahkan diharapkan turut berperan dalam mengambil keputusan tersebut. Dengan demikian, manajer satuan pengolah data mengetahui langkah-langkah tindak lanjut apa yang akan ditempuh oleh para manajer yang lebih rendah sebagai rincian dan operasionalisasi keputusan strategis tersebut. Dengan demikian, manajer satuan kerja pengolah data dengan cepat dan tepat dapat mengidentifikasi data yang perlu dikumpulkan dan diolah menjadi informasi.
Ketiga : Dengan statusnya yang tinggi dan pengetahuan tentang implikasi berbagai keputusan yang diambil, para pimpinan berbagai komponen dan satuan kerja dalam lingkungan organisasi akan bersikap terbuka, artinya bersedia memberikan berbagai data yang diperlukan untuk diolah.
Audit manajemen pengolahan data dimaksudkan untuk meneliti dan mempelajari konfigurasi organisasional tersebut. Sasaran utamanya adalah untuk memperoleh bahan yang akurat dan faktual tentang tepat tidaknya struktur organisasi satuan kerja pengolahan data tersebut. Dasar pemikirannya di sini ialah bahwa dengan struktur organisasi yang tepat, satuan kerja tersebut akan mampu menjalankan fungsinya, yaitu memberikan dukungan informasi kepada semua pihak dalam organisasi. Artinya, dengan penggunaan struktur organisasi yang tepat, satuan kerja pengolahan data akan mampu bekerja dengan tingkat efisiensi, efektivitas, dan produktivitas yang setinggi mungkin. Agar sasaran efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kerja tersebut dapat dicapai, audit manajemen pengolahan data harus pula memahami struktur organisasi perusahaan sebagai keseluruhan termasuk stratifikasi atau jenjang pengambilan keputusan yang harus didukung oleh satuan kerja pengolahan data.

2.     AUDIT PROSES PENGOLAHAN DATA
·         Pengumpulan Data
·         Analisis Data
·         Penyimpanan informasi
·         Penelurusan

A.     Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data sesungguhnya bermula dari identifikasi kebutuhan informasi dalam lingkungan dan seluruh jajaran organisasi. Telah dirnaklumj bahwa data merupakan bahan mentah atau bahan baku yang diolah lebih lanjut sehingga bentuknya berubah menjadi informasi. Unit pengolahan data hanya mampu menghasilkan informasi yang bermutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan organisasi apabila data yang dikumpulkan dan diolah juga tinggi mutunya. Oleh karena itu, segala upaya harus ditempuh untuk menjamin bahwa data yang terkumpul untuk diolah memang bermutu tinggi.
Pengalaman dan kenyataan menunjukkan bahwa sumber data yang dapat digarap dapat bersifat internal, akan tetapi sangat mungkin juga bersifat eksternal.
Sumber Data Internal. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa secara internal, semua komponen organisasi — dalam arti berbagai satuan kerja dan bidang-bidang fungsional— dapat menjadi sumber data. Suatu hal yang sangat penting disadari oleh pengolah data dan sumber data internal ialah bahwa hubungan yang harus dibina antara kedua belah pihak bersifat simbiosis mutualis. Artinya, sumber data harus terbuka terhadap para pengolah data dan dengan demikian bersedia memberikan data yang dirnintanya untuk diolah lebih lanjut.
Sumber Data Eksternal. Dapat dipastikan bahwa suatu organisasi memerlukan aneka ragam data dari sumber-sumber eksternal. Pemilikan berbagai data tersebut sangat penting karena dapat mencerminkan situasi lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan yang pada umumnya tidak berada pada posisi statis melainkan dinamis dan bahkan “cair”. Karena keanekaragaman data yang diperlukan, sumbernya pun pasti banyak.
Contoh-contoh data yang perlu dikumpulkan dan diidentifikasi sumbernya adalah sebagai berikut.
1)     Data di bidang politik dan berbagai kebijaksanaan pemerintah, termasuk di bidang ekonomi, industri, dan perdagangan, dapat diperoleh dari berbagai instansi pemerintah yang secara fungsional bertanggung jawab untuk bidang-bidang tersebut.
2)     Data di bidang ekonomi, seperti arah perkembangan industni, neraca perdagangan, situasi pasar untuk produk tertentu, kondisi persaingan — baik domestik, regional maupun global— dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain kamar dagang dan industri, asosiasi perusahaan sejenis dan lembaga penelitian di lingkungan perguruan tinggi.
3)     Data tentang pasar modal, jurnlah uang yang beredar, tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat dan laju inflasi, dan data-data di bidang keuangan lainnya dapat diperoleh dari bank sentral, bursa efek, berbagai lembaga keuangan, instansi yang menangani statistik penekonomian nasional, dan perguruan tinggi.
4)     Data di bidang permodalan yang sumbernya adalah lembaga keuangan dan perbankan, diperlukan oleh organisasi karena sangat mungkin organisasi, khususnya organisasi bisnis akan mencari modal tambahan baik untuk kepentingan investasi maupun untuk kepentingan operasional.
5)     Data di bidang ketenagakerjaan dengan berbagai aspeknya, seperti tingkat pengangguran, kondisi pasaran kerja, tingkat-tingkat upah dan gaji berbagai kategori pekerja, komposisi tenaga kerja — termasuk wanita karier dan anak-anak — dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti departemen yang menangani ketenagakerjaan secara nasional, kamar dagang dan industri, serikat pekerja, dan asosiasi perusahaan sejenis.
6)     Data lain yang pasti diperlukan menyangkut bahan mentah atau bahan baku dapat diperoleh dari para pemasok, baik yang sudah menjadi mitra kerja perusahaan maupun yang belum tetapi berpotensi menjadi pemasok bahan yang diperlukan.
7)     Data yang tidak kurang pentingnya untuk dimiliki oleh suatu penusahaan adalah data tentang konsumen, pelanggan atau pengguna produk perusahaan yang bersangkutan. Kenyataan menunjukkan bahwa selalu terjadi perubahan perilaku konsumen atau pelanggan atau nasabah. Perubahan itu dipenganuhi oleb berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, peningkatan kesejahteraan, peningkatan penghasilan, karena tensedianya produk lain sejenis yang dipandang lebih baik.
Audit manajemen pengolahan data harus bisa mengungkapkan situasi yang sebenarnya dalam arti apakah semua sumber yang seharusnya digarap telah digarap dengan baik atau tidak. Jika tidak, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya dan memberikan saran kepada manajemen tentang cara-cara yang mungkin ditempuh untuk mengatasinya.

B.     Analisis Data
Kegiatan analisis data dimaksudkan untuk mengubah data menjadi informasi yang “siap pakai” bagi orang lain dalam organisasi atau perusahaan. Dalam hal ini ada tiga hal penting yang perlu mendapat perhatian.
Pertama : Informasi — yang dapat mengambil berbagai bentuk seperti fakta yang dinyatakan secara tertulis, angka-angka, bagan, grafik, dan gambar — harus memiliki ciri-ciri kemutakhiran, kelengkapan, keandalan, akurasi, dan dapat dipercaya. Informasi haruslah faktual sehingga tidak bisa lagi diinterpretasikan oleh seseorang secara subjektif.
Kedua : Para analis data perlu mengetahui siapa yang akan menjadi pengguna informasi yang dihasilkan itu. Hal ini sangat penting karena informasi yang sama sangat mungkin digunakan oleh berbagai satuan kerja dalam organisasi.
Ketiga : Ada informasi yang diperlukan oleh pihak-pihak tertentu dalam organisasi sebagai bahan yang karena pertimbangan tertentu masih memerlukan pengolahan atau analisis lebih lanjut.
Audit atas analisis data bertujuan untuk mengetahui apakah informasi yang dihasilkan memenuhi kebutuhan berbagai pihak yang memerlukannya atau tidak.


C.      Penyimpanan Informasi
1)     Keamanan Informasi
Yang dimaksud dengan keamanan informasi ialah menjaga agar informasi yang dihasilkan terhindar dari (a) berbagai kemungkinan kerusakan —misalnya karena bahaya kebakaran dan kebanjiran — karena tempat penyimpanan yang tidak tepat, dan (b) kemungkinan dicurii oleh orang atau pihak yang sebenarnya tidak berhak memiliki informasi tersebut.
2)     Kerahasiaan Informasi
Berkaitan erat dengan keamanan informasi ialah kerahasiaannya. Semua organisasi memiliki informasi yang dipandang bersifat “rahasia”. Informasi tentang hasil penelitian dan pengembangan, informasi tentang desain produk, informasi tentang volume produksi, informasi penjualan, dan informasi keuangan adalah beberapa di antaranya. Segala upaya harus dilakukan untuk menjamin bahwa informasi tersebut tidak jatuh ke tangan orang atau pihak yang tidak berhak.
3)     Biaya Penyimpanan Inforniasi
Mengenai biaya penyimpanan informasi, faktor efisiensi harus diperhatikan mengingat perusahaan —terutama yang besar— memiliki banyak informasi yang terakumulasi berbarengan dengan perjalanan waktu, baik sebagai “produk” kegiatan menjalankan roda organisasi maupun yang disengaja dikumpulkan untuk kepentingan organisasi di masa depan.
Audit atas penyimpanan informasi bertujuan untuk memilih teknologi tepat guna dalam rangka menghemat biaya penyimpanan.
4)     Akses kepada Informasi
Berbicara tentang akses kepada informasi, pada dasarnya berbicara tentang dua hal. Pertama : Setiap orang yang berhak dan perlu mengakses informasi harus dapat melakukannya dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Kedua : Sistem mengakses informasi harus pula mengandung jaminan bahwa informasi tidak mungkin atau sangat sulit diakses oleh mereka yang tidak berhak.
Audit atas keamanan kerahasiaan informasi bertujuan untuk meyakinkan bahwa sistem pengamanan dan pemeliharaan rahasia organisasi atau perusahaan benar-benar dapat diandalkan. Jika ditemukan kelemahan, auditor harus pula mampu memberikan saran-saran untuk mengatasinya.

3.     AUDIT PERANGKAT KERAS
Audit perangkat keras bertujuan untuk menjamin bahwa :
a.       Konfigurasi perangkat keras yang dimiliki perusahaan sesuai dengan kebutuhan informasi, baik untuk kepentingan rutin maupun nonrutin
b.      Aspek psikologis penggunaan teknologi informasi diperhitungkan dengan matang, khususnya aspek pemberian kesempatan pada para manajer eselon bawahan untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan
c.       Perusahaan telah mempertimbangkan kenyataan bahwa usia satu “generasi” perangkat keras relatif makin pendek
d.      Pengoperasian perangkat keras tersebut didukung oleh para pekerja otak (brainware) yang memenuhi kualifikasi yang diperlukan sehingga benar-benar mampu memberikan dukungan informasi yang diperlukan oleh berbagai komponen perusahaan
e.       Biaya pengadaan dan pemeliharaannya sudah merupakan beban yang paling ringan sehingga tidak sulit bagi perusahaan untuk memikulnya.

4.     AUDIT PERANGKAT LUNAK
Perangkat lunak merupakan salah satu objek audit manajemen pengolahan data. Tujuannya ialah untuk menemukan fakta tentang apakah perangkat lunak yang digunakan sudah merupakan perangkat yang paling tepat atau tidak, dan apakah penggunaannya sudah benar-benar untuk memenuhi kebutuhan informasi perusahaan. Selain itu, penting pula diketahui apakah perangkat lunak yang digunakan oleh perusahaan diciptakan sendiri secara intern, ataukah diperoleh dengan jalan membelinya dari pihak lain atau vendor tertentu.
Jika perangkat lunak itu dibeli dari pihak lain atau dan vendor, norma-norma moral dan etika menuntut agar pihak lain atau vendor tersebut adalah perusahaan yang bonafide dan tidak menjual sebuah produk bajakan. Memang benar bahwa produk bajakan mempunyai kemampuan yang sama dengan aslinya dan harganya pun jauh lebih murah. Akan tetapi pembajaknya melanggar “hak cipta” (intellectual property rights) dari pemiliknya yang sah dan dengan demikian merupakan tindakan yang tidak etis apabila perusahaan tertentu membeli dan menggunakan hasil bajakan tersebut.
Audit harus mampu menemukan fakta tentang hal ini dan apabila terjadi, menyarankan kepada manajemen puncak agar hal tersebut tidak terulang lagi.

5.     AUDIT PEKERJA OTAK (BRAINWARE)
Secanggih apapun perangkat keras yang tersedia, semutakhir apa pun perangkat lunak yang ada dan kebutuhan akan informasi apa pun yang timbul dan harus dipenuhi, pada analisis terakhir semuanya tergantung pada unsur manusianya.
Segala upaya harus ditempuh untuk menjamin tersedianya pekerja otak yang memenuhi persyaratan pengetahuan, keterampilan, kepribadian, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan semua komponen perusahaan yang harus dilayani dan didukungnya.
Diharapkan pekerja otak :
a.       Memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan kontribusi maksimal kepada perusahaan
b.      Menampilkan sikap yang positif terhadap perusahaan
c.       Bersedia membuat koinitmen yang besar, keberhasilan perusahaan mencapai tujuan dan berbagai sasarannya
d.      Bersedia memikul tanggung jawab yang besar  yang kesemuanya akan mengejawantah dalam efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kerja yang tinggi.

Audit manajemen pengolahan data dalam bidang ini bertujuan untuk mengungkapkan fakta tentang kebijaksanaan dan praktek perusahaan tentang perlakuan yang diberikannya kepada pekerja otak tersebut. Banyak jenis teknik audit yang dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta-fakta tersebut seperti wawancara, kuesioner, penelitian dokumen perusahaan, dan sebagainya. Dengan asumsi bahwa penyelenggara audit adalah tenaga profesional yang menguasai bidangnya, mereka akan dapat menentukan teknik audit apa yang paling tepat digunakan. Yang jelas ialah bahwa temuannya disampaikan kepada manajemen puncak, kepada manajer sumber daya manusia, dan kepada para pekerja otak yang bersangkutan, baik untuk perbaikan apabila diperlukan, maupun demi peningkatan kinerja para pekerja otak tersebut di masa yang akan datang.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMBELIAN PRODUK


TAHAP PROSES DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.      Pemahaman
Yaitu menyelidiki lingkungan kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah yang diperoleh diolah dan diperiksa untuk dijadikan petunjuk yang dapat menentukan masalahnya.
2.      Perancangan
Yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin dapat digunakan. Hal ini mengandung proses untuk memahami masalah untuk menghasilkan cara pemecahan dan menguji apakah cara pemecahan tersebut dapat dilaksanakan.
3.      Pemilihan
Yaitu memilih arah tindakan tertentu dari semua arah tindakan yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.


CONTOH KASUS

Seorang konsumen yang berprofesi sebagai mahasiswa dalam menentukan pembelian laptop sebagai penunjang kegiatan perkuliahannya. Paulina (19) membutuhkan sebuah laptop untuk membantu kinerjanya dalam mengerjakan tugas–tugas perkuliahan.


1.     TAHAP PEMAHAMAN

Sesuai kebutuhan dan keinginannya Paulina harus melakukan  pembelian pada produk laptop karena laptop terdiri dari berbagai pilihan merk dan kualitas maka Paulina harus memikirkan laptop dengan merk dan kulitas apa yang diinginkan supaya produk yang di beli itu memuaskan dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Harga juga berpengaruh karena Paulina berasal dari keluarga yang sederhana. Jadi, hal utama yang dilakukan Paulina adalah mencari informasi harga laptop yang murah namun memiliki kualitas yang bagus juga. Teknologi yang sudah semakin canggih bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi mengenai sebuah produk yang diinginkan yaitu melalui internet, bisa juga melalui media cetak dan media elektronik lainnya. Informasi mengenai suatu produk juga bisa didapatkan melalui pengalaman orang-orang di sekitar.


2.     TAHAP PERANCANGAN

Paulina memilih Laptop dibandingkan PC, karena laptop mudah di bawa kemana-mana dan praktis.  Keunggulan laptop yang diinginkan Paulina adalah yang mendukung Windows 8, Microsoft Office 2010, baterai  tahan lama, Wifi, memori cukup besar, ukuran 10 inchi dan harganya terjangkau. Dan Paulina memiliki dua pilihan alternatifnya yaitu laptop Asus A45A dan Toshiba C40-A114.
Spesifikasi Laptop Asus A45A
·         Processor Core i3 2370M
·         Kecepatan Processor 2.3 GHz
·         Ukuran Memory (RAM )2GB up to 8GB
·         Tipe Memory DDR3 1600 MHz SDRAM
·         Ukuran Harddisk (HDD) 500 GB RPM5400
·         Graphics Processor Integrated Intel® HD Graphics 3000
·         Ukuran Layar 14 inch
·         Resolusi 1366x768
·         Memory Slot 2 x SO-DIMM
·         PC card slot 1 x SD card reader
·         Tingkat Data Wireless LAN 10/100/1000 Base T
·         Tipe Wireless LAN IEEE802.11b/g/n
·         Optical Drive Super-Multi DVD
·         Fitur Lainnya
o    Web camera
o    HDMI
o    Bluetooth, LAN, WiFi
o    USB2.0,USB3.0
·         Dimensi (WxHxD) 34.8 x 2.90 ~3.3 x 24.2 cm
·         Berat 2.4 kg
·         Baterai  6 cell
·         Operating System Windows 8
·         Harga     Rp 4.779.000

Spesifikasi Laptop Thosiba C40-A114
Ukuran (L x W x H cm)
25 x 35 x 3 cm
Tipe Grafis
Intel HD
Ukuran Layar
14″ WXGA
Tipe Layar
HD Clear SuperView LED TFT
Resolusi Layar
OS
DOS
CPU
Intel® Core™ i3-3110M (2.4GHz, 3M Cache)
Memori/RAM
2 GB DDR3
Drive Optik
DVD+/-RW
Touch Screen
Tidak
Harddisk
500GB
Speaker
Toshiba Audio Enhancement V2
Koneksi
Bluetooth, WiFi
Kamera
HD Kamera dengan Microfon
HDMI
Ya
Slot
USB 3.0, USB 2.0, All in One Card Reader
Baterai
6-Cell Lithium Ion Baterai
Berat
2.1 Kg
                           Harga Baru                    Rp. 5.100.000,-


3.     TAHAP PEMILIHAN

Dan Paulina pun akhirnya memilih laptop Asus A45A, karena harganya lebih murah dan kualitasnya tidak kalah dengan Thosiba yang harganya lebih mahal. Paulina membeli dengan tunai hasil tabungan dia dan tambahan dari orang tua.  Paulina ternyata telah menjalankan sebuah proses pembelian produk dalam pencarian barang yang menjadi keinginannya.