Senin, 20 April 2015

EKONOMI : TEORI & FUNGSI PRODUKSI

TEORI & FUNGSI PRODUKSI


A.  TEORI DAN FUNGSI PRODUKSI
       Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjual outputnya. Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal : produksi jangka pendek, yaitu bila seseorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan :
a.    Berapa output yang harus diproduksikan
b.    Berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (inpu) dipergunakan
       Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar :
a.    Bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
b.    Bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna
       Secara teori, proses produksi mengikuti perumusan perilaku menurut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah persamaan yang menunjukkan hubungan dalam satuan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan per kesatuan waktu, tanpa memperhitungkan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan :
Y = f ( X1, X2, X3, ………. , Xn )
  
Dimana :
Y                                      =  tingkat produksi (output) yang dihasilkan
X1, X2, X3, …., Xn        =  faktor produksi (input) 1,2,3, …, n yang digunakan
       Fungsi yang masih bersifat umum ini, agar dapat memberikan penjelasan kuantitatif, maka harus dinyatakan dalam model matematis yang spesifik, antara lain :
a.    Y = a + bX (fungsi linier )
b.    Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis )
c.    Y = aX.bX2.cX3.d ( fungsi Cobbw Douglas ), dan lain-lain
       Telah disinggung diatas bahwa fungsi produksi mengikuti “ Hukum Kenaikan Hasil yang Berkurang “ atau yang disebut : The Law of Diminishing Return, yang formulanya adalah :
Apabila penggunaan satu macam input (X1) ditambah dengan input-input yang lain (X2,X3,…,Xn) tetap maka tambahan output (Y) yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input (X1) yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Bahwa tahapan produksi menurut hukum Diminishing Return dapat dibagi menurut tiga tahapan, yaitu :
a.    Produksi total dengan increasing return, sebagai daerah irrasional, karena tidak akan dipilih oleh produsen
b.    Produksi total dengan decreasing return, sebagai daerah rasional, yaitu tempat pilihan produsen untuk memutuskan tingkat produksinya
c.    Produksi total yang semakin menurun, sebagai daerah irrasional, yaitu tingkat penggunaan input yang tidak akan dilakukan oleh produsen

B.  FAKTOR PRODUKSI
       Faktor-faktor produksi sebagai sumberdaya sebagaimana karakter perilakunya diatas, dapat dispesifikasikan kepada 4 macam kategori, yaitu :

a.    Sumberdaya Alam (Natural Resources)
           Faktor produksi alam adalah sumber daya yang bersumber dari alam, antara lain darat, laut, maupun udara. Tanah, air, udara, tumbuhan, binatang, bebatuan, mineral, barang tambang, adalah sebagian contoh faktor produksi alam. Faktor produksi ini dapat diperoleh dengan cara sewa atau membeli.

b.    Sumberdaya Manusia (Human Resources)
           Faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan jasmani atau rohani manusia yang dikorbankan untuk proses produksi. Buruh, mandor, tenaga harian, satpam, kepala bagian, adalah beberapa contoh dari human resources. Atas korbanan kerja, maka imbalan yang didapat para tenaga kerja ini adalah upah, gaji, honorarium.
           Secara umum faktor produksi tenaga kerja dapat dipisahkan atas dua macam, yaitu :
1)    Sumberdaya Rohaniyah, yaitu sumberdaya yang lebih banyak menggunakan kemampuan ketrampilan intelektual daripada kekuatan fisik. Macam sumberdaya ini meliputi :
a)     Managerial skill (ketrampilan manajemen), yaitu kemampuan mengelola segala sumber usaha untuk mencapai tujuan usaha.
b)     Technological skill (ketrampilan teknologi), yaitu kemampuan menggunakan atau menerapkan teknologi dalam proses produksi.
c)     Organizational skill (ketrampilan organisasi), yaitu kemampuan membangun kerjasama, membagi tanggungjawab dalam proses produksi.

2)    Sumberdaya Jasmaniah, yaitu sumberdaya manusia yang lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik dalam proses produksi. Sumberdaya ini dapat dikategorikan atas tiga macam, yaitu :
a)    Tenaga kerja terdidik (skilled labour)
b)    Tenaga kerja terlatih (trained labour)
c)    Tenaga kerja tidak terdidik (unskilled labour)

c.    Sumberdaya Modal (Capital Resources)
           Modal sebagai sumberdaya tidaklah sebatas menunjuk pada finansial uang semata, melainkan dapat pula berwujud material barang maupun yang bersifat abstract tidak berwujud fisik yang digunakan dalam proses produksi.
Balas imbalan jasa atas penggunaan modal bagi pemiliknya adalah berupa bunga atau sewa, kelancaran usaha, kerjasama, good will dan sebagainya.

d.    Sumberdaya Teknologi (Technology Resources)
           Teknologi dapat diartikan sebagai sarana atau metode atau cara yang canggih sehingga sesuatu proses produksi dapat berlangsung secara lebih lancer dan hasilnya lebih produktif.
.


Sumber bacaan :
Buku Materi Ekonomi SMA/MA (Bagian Satu)
Oleh Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S.

Universitas Wisnuwardhana Malang