HARGA
KESEIMBANGAN PASAR
A. HARGA KESEIMBANGAN
Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium
adalah harga hasil kesepakatan permintaan konsumen dengan penawaran
penjual, secara grafis ditunjukkan oleh titik perpotongan antara kurva
permintaan dengan kurva penawaran. Pada keadaan ini, tingkat harga dan jumlah
barang menjadi keputusan konsumen pembeli maupun penjual untuk deal dalam
transaksi. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas
barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya.
B. PERGESERAN TITIK KESEIMBANGAN
Harga keseimbangan (Equilibrium Price)
akan mengalami pergeseran bila didorong oleh perubahan penawaran/permintaan,
yang dapat dispesifikasi menurut sebab-sebab sbb :
a. Pertambahan jumlah permintaan
Bila
jumlah permintaan bertambah sementara jumlah penawaran tetap, maka terjadi
kecenderungan harga akan naik.
b. Berkurangnya jumlah permintaan
Bila
jumlah permintaan berkurang sementara sedangkan jumlah penawaran tetap, maka
harga akan turun.
c. Bertambahnya jumlah penawaran
Bila
jumlah penawaran bertambah sementara jumlah permintaan tetap, maka harga akan
turun.
d. Berkurangnya jumlah penawaran
Bila
jumlah penawaran berkurang sementara jumlah permintaan tetap, maka harga akan
naik.
C. MENGHITUNG KESEIMBANGAN PASAR
Bahwa harga keseimbangan dihasilkan oleh
proses tarik menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Untuk
dapat menentukan tingkat keseimbangannya, maka dapat ditempuh melalui 3 cara
pendekatan, yaitu dengan pendekatan tabel, dan pendekatan grafis serta
pendekatan matematis.
a.
Pendekatan Tabel
Contoh
permintaan dan penawaran pasar atas ubi, dapat diikuti sebagai berikut:
Tabel Permintaan & Penawaran Pasar
pada berbagai kondisi
|
Kondisi
|
Harga
per Kilogram
(Rp)
|
Jumlah
ubi yang diminta Pasar per bulan (Kg)
|
Jumlah ubi yang ditawarkan Pasar per
bulan (Kg)
|
|
A
|
Rp 900,00
|
12
|
54
|
|
B
|
Rp 850,00
|
18
|
46
|
|
C
|
Rp 800,00
|
24
|
38
|
|
D
|
Rp 750,00
|
30
|
30
|
|
F
|
Rp 700,00
|
36
|
22
|
|
G
|
Rp 650,00
|
42
|
14
|
|
H
|
Rp 600,00
|
48
|
6
|
Dengan menyusun tabel harga (P),
jumlah penawaran (Qs) dan jumlah permintaannya (Qd) terlihat suatu keadaan
dimana pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang
diminta, maka pada saat tersebut terjadi harga keseimbangan dan jumlah
keseimbangan.
Bahwa Qs = Qd terjadi pada volume
sebesar 30 kg ubi dan harganya sebesar Rp 750,00 per kilogram. Bertolak pada
kondisi diatas harga keseimbangan adalah pada Rp 750,00/kg dan jumlah/output
keseimbangannya pada 30 kg ubi per bulan. Pendekatan ini hanya bisa dilakukan
bilamana pada data/tabel memang terdapat angka-angka yangsama antara Qs dengan
Qd.
b.
Pendekatan Grafis / Kurva
Dengan
melukiskan dalam bentuk garis bertolak pada data diatas, maka akan dapat
diperolah harga keseimbangan pada jumlah keseimbangannya.
c.
Pendekatan Matematis
Secara matematis, angka keseimbangan
terjadi bilamana kurva permintaan (Qd) berpotongan dengan kurva penawaran (Qs).
Dua kurva akan berpotongan bila nilai persamaan kurva permintaan akan sama
dengan nilai persamaan kurva penawaran. Bahwa keseimbangan akan disaat Qd
(kuantitas yang diminta) = Qs (kuantitas yang ditawarkan) atau pada keadaan Pd
(harga yang diminta pembeli) = Ps (harga yang ditawarkan oleh penjual).
Dengan memanfaatkan data pada tabel
diatas, maka dapat dihitung persamaan kurva permintaan maupun persamaan kurva
penawaran.
Dengan memandang masing-masing kurva
berupa garis lurus (linier curve) maka rumus untuk mencari persamaan garis
lurus melalui 2 titik dapat dipergunakan.
Rumus
termaksud adalah :
Missal titik A (X1,Y1) dan titik B
(X2, Y2), maka rumus persamaan garis yang melalui 2 titik :
Y2 – Y1
X2 – X1
Karena dalam ekonomi sumbu Y = sumbu
P (harga) dan sumbu X = sumbu Q (kuantitas), maka rumus di atas dapat dirubah menjadi
:
P2 – P1
Q2 – Q1
Menurut data pada tabel dimuka,
persamaan kurva permintaan dapat dihitung dengan memakai 2 titik yaitu titik A
(12, 900) dan titik H ( 48, 600), maka persamaan kurva permintaannya :
600 – 900
48 – 12
P -
900 = -300 / 36 . ( Q – 12 )
P –
900 = -8,333 . ( Q – 12 )
P –
900 = -8,333 . Q + 100
P = -8,333 Q + 100 + 900
Pd = -8,333 Q +1000 (Persamaan Permintaan)
Untuk mencari persamaan kurva
penawarannya dengan memakai 2 titik yaitu titik A (54, 900) dan titik G (6,
600), maka persamaan kurva penawarannya dapat dicari yaitu :
600 – 900
-48
P -
900 = -300 / -48 . ( Q – 54 )
P –
900 = 6,25 . ( Q – 54 )
P –
900 = 6,25 . Q – 337,5
P = 6,25 Q – 337,5 - 900
Ps = 6,25 Q + 562,5 (Persamaan Penawaran)
Bahwa syarat terjadinya keseimbangan
adalah Qd = Qs atau Pd = Ps. Karena Pd dan Ps sudah diketahui, maka
keseimbangan dapat diperoleh :
Pd = Ps
-8,333 Q + 1000 = 6,25
Q + 562,5
14,58333 Q = 437,5
Q = 437,5 / 14,58333
Qe = 30
(Qe
= Kuantitas Keseimbangan)
Bila
Q = Qe sudah diketahui sebesar 30, maka Pe bisa dicari, yaitu :
Pe = 6,25 . (30) + 562,5
Pe = 187,5 +562,5
Pe = 750
Dari hasil perhitungan ini,
menunjukkan bahwa ketiga pendekatan tersebut
(pendekatan tabel, pendekatan grafis dan pendekatan matematis)
mendapatkan hasil yang sama.
Sumber bacaan :
Buku Materi Ekonomi SMA/MA
(Bagian Satu)
Oleh Prof. Dr. Ir. Sonny
Leksono, S.E., M.S.
Universitas Wisnuwardhana
Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar