Minggu, 26 April 2015

JABAL RAHMAH DI MAKKAH

Jabal Rahmah, Romantisme Cinta Adam & Hawa

Afif Farhan - detikTravel - Jumat, 11/10/2013 13:48 WIB
Makkah - Ada satu tempat yang tak pernah sepi dari kunjungan para jamaah haji. Tempat itu bernama Jabal Rahmah, suatu gunung yang disebut-sebut punya kisah pertemuan cinta Adam dan Hawa. Bahkan, terdapat monumen yang menandakan romantisme keduanya.

Ada banyak tempat yang menyimpan kisah dan sejarah para nabi di Tanah Suci, Makkah. Jamaah haji pun sering kali melakukan napak tilas dan berdoa di tempat-tempat tersebut dan sekitarnya. Satu tempat yang paling bersejarah adalah Jabal Rahmah.

Dari situs Ministry of Hajj Kingdom of Saudi Arabia, Jumat (11/10/2013) Jabal Rahmah berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf.

Rahmah memiliki arti kasih sayang. Nama tersebut diambil dari suatu kisah yang diyakini umat Muslim, yaitu pertemuan antara Adam dan Hawa. Jadi, ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi olah Allah, mereka diturunkan secara terpisah.

Hingga akhirnya, kedua manusia pertama di muka bumi tersebut bertemu di Jabal Rahmah. Untuk mengenangnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut.

Jabal Rahmah sendiri bisa dibilang sebagai bukit. Tingginya hanya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah haji dengan melewati sekitar 160-an anak tangga. Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja.

Di dekat monumennya, banyak jamaah haji yang berdoa. Ada pula yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dilihat jelas dari atas Jabal Rahmah. Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi.

Jabal Rahmah juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. Di sanalah dirinya menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam.

Banyak yang percaya, jika berdoa minta jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Selain itu, sejarah dan pemandangan yang terlihat dari Jabal Rahmah sudah mampu mencuri perhatian jamaah haji.

Sayang, banyak jamaah mencorat-coret tugu Adam dan Hawa. Ingat, jangan sekali-sekali ikut mencoret-coret tugu Adam dan Hawa di sana. Cukup dengan berfoto saja, itu sudah jadi kenang-kenangan tak terlupakan. Selamat mendaki Jabal Rahmah, yang punya kisah romantisme cinta Adam dan Hawa.

Sumber : http://travel.detik.com

JABAL MAGNET DI MADINAH


Fenomena di Jabal Magnet, Mobil Bisa Jalan Sendiri

Afif Farhan - detikTravel - Kamis, 10/10/2013 12:30 WIB
Tabuk - Jabal Magnet adalah fenomena alam yang terkenal di Madinah. Bayangkan saja, di sana mobil bisa melaju kencang hingga 120 km/jam tanpa harus digas. Kekuatan magnet di sanalah yang buat para jamaah haji takjub tak percaya.

Selain melakukan ibadah haji, biasanya tak sedikit traveler muslim yang jalan-jalan ke sekitar wilayah Makkah dan Madinah. Ada banyak masjid dan gunung-gunung bersejarah yang menyimpan kisah-kisah Nabi Muhammad. Tak hanya itu, ada juga fenomena alam di Tanah Suci yang menggambarkan betapa dahsyatnya kekuasaan dan ciptaan Allah, seperti di Jabal Magnet.

detikTravel pernah mengunjungi Jabal Magnet beberapa waktu lalu. Lokasinya berada di sekitar 40 km menuju arah Kota Tabuk, dekat Kota Madinah. Jabal Magnet memang membentang antara Kota Madinah dan Kota Tabuk. Jalanan menuju ke sana dipenuhi oleh gurun pasir gersang dan perbukitan yang penuh bebatuan yang terlihat di kanan kiri Anda.

Ketika tiba di Jabal Magnet, saatnya membuktikan fenomena alam yang ada di sini. Paculah mobil Anda secara perlahan, dan rasakanlah seksama adanya kekuatan magnet yang menarik mobil Anda. Mobil terasa lebih ringan padahal medan jalanannya menanjak.

Masih belum percaya? Kini saatnya mematikan mesin mobil. Tanpa harus digas, mobil Anda akan berjalan sendiri secara perlahan. Rasakanlah mobil yang makin lama bergerak makin cepat, mulai dari 10 km/jam, perlahan berubah menjadi 60 km/jam dan terakhir 120 km/jam. Kekuatan magnetnya benar-benar bekerja!

Kawasan yang ada magnetnya tersebut panjangnya sekitar 9 kilometer. Saat berada di Puncak Jabal Magnet, biasanya traveler muslim menghabiskan waktu dengan berfoto-foto di sana.

Belum selesai, kini saatnya melewati jalan menurun dari puncak gunungnya. Saat itulah, mobil terasa berat dan harus digas cukup kencang. Lagi-lagi kekuatan magnet pada gunung ini membuat kami takjub hingga geleng-geleng kepala.

Umat muslim dan masyarakat Madinah, meyakini adanya kekuatan magnet yang sangat besar di Jabal Magnet tersebut. Kekuatan magnetnya diyakini ada di dalam pusat bumi.

Jabal Magnet sebenanrnya hampir sama dengan gunung-gunung lain di Tanah Suci, yaitu penuh pasir dan bebatuan. Namun, fenomena magnet di sana menjadi daya tarik umat Muslim yang berkunjung ke Tanah Suci. Asyiknya, kawasan Jabal Magnet juga bisa dikunjungi oleh traveler non muslim karena letaknya yang berada di luar daerah haram, yaitu Madinah dan Makkah.

Saat turun dari Jabal Magnet, Anda bisa mampir ke peternakan unta. Di sana Anda bisa melihat secara langsung proses pemerahan susu unta dan meminum susunya yang segar untuk melepas dahaga. Sampai berjumpa lagi Jabal Magnet.

Sumber : http://travel.detik.com

BAJU NABI ADAM AS

Fenomena Penemuan Baju Nabi Adam AS



Baju tersebut hanyalah replika dibuat di Jeddah, Arab Saudi. Sekadar untuk melihat setinggi manakah rupa bentuk Nabi Adam A.S.

Seorang pemuda Saudi Hamdan al Mas’udiy melakukan sebuah proyek pembuatan baju Bapak kita, Nabi Adam ‘Alaihissalam. Ide itu muncul setelah membaca sirah Nabi Adam ‘Alaihisalam.. Lalu dia melakukan proyek tersebut berdasarkan apa yang disebutkan dalam sirah dan hadits-hadits Nabi yang menjelaskan bahwa tingginya adalah 60 hasta ((1 Kaki = 30 cm, 1 hasta = 1,5 kaki, jadi 60 hasta = 90 kaki = 30 meter). Maka diapun ingin membuat baju dengan ukuran bapak kita Adam agar manusia bisa mengetahui ukuran Nabi Adam yang sebenarnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah menciptakan Adam dan tingginya 60 dzira’ (hasta). Kemudian Allah berfirman kepada Adam: ‘Pergilah, ucapkan salam kepada mereka para malaikat.

Lalu dengarlah salam mereka kepadamu, sebagai salammu dan salam keturunanmu!’ Maka Adam berkata: ‘Assalamu’alaikum.’ Malaikat-malaikat Allah menjawab: ‘Assalaamu’alaika warahmatullah’ –mereka menambahnya dengan ‘warahmatullah’.

Maka semua orang yang masuk jannah (tinggi badannya) seperti Adam. Dan manusia terus menerus berkurang (ketinggiannya) hingga saat ini.”[ Hadits shahih muttafaqun ‘alaihi]


Berikut ini rincian penjahitan baju tersebut:
Lama penjahitan baju itu adalah 18 hari.

Adapun jumlah gulungan kain yang digunakan dalam penjahitan pakalan itu adalah 40 gulungan dan 30 ribu gulungan benang.

Adapun panjang pakaian itu seperti berikut ini:
Panjang pakaian: 29 m
Lebar antara dua pundak 9 m, lebar dan bawah adalah 12 m
Panjang lengan 10 m, lingkar leher 6 m - kerahnya (diameter lingkar leher) 2 m.

Pemiliki ide ini dibantu oleh 4 orang penjahit. Pakaian itu diletakkan di salah satu lappangan di depan pintu gawang agar orang-orang yang melihat bisa mengkhayalkan bagaimana tubuh bapak kita Adam Alaihi salam.



sumber : http://bauweda.blogspot.com/2012/07/fenomena-penemuan-baju-nabi-adam-as.html

Senin, 20 April 2015

EKONOMI : TEORI & FUNGSI PRODUKSI

TEORI & FUNGSI PRODUKSI


A.  TEORI DAN FUNGSI PRODUKSI
       Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjual outputnya. Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal : produksi jangka pendek, yaitu bila seseorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan :
a.    Berapa output yang harus diproduksikan
b.    Berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (inpu) dipergunakan
       Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar :
a.    Bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
b.    Bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna
       Secara teori, proses produksi mengikuti perumusan perilaku menurut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah persamaan yang menunjukkan hubungan dalam satuan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan per kesatuan waktu, tanpa memperhitungkan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan :
Y = f ( X1, X2, X3, ………. , Xn )
  
Dimana :
Y                                      =  tingkat produksi (output) yang dihasilkan
X1, X2, X3, …., Xn        =  faktor produksi (input) 1,2,3, …, n yang digunakan
       Fungsi yang masih bersifat umum ini, agar dapat memberikan penjelasan kuantitatif, maka harus dinyatakan dalam model matematis yang spesifik, antara lain :
a.    Y = a + bX (fungsi linier )
b.    Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis )
c.    Y = aX.bX2.cX3.d ( fungsi Cobbw Douglas ), dan lain-lain
       Telah disinggung diatas bahwa fungsi produksi mengikuti “ Hukum Kenaikan Hasil yang Berkurang “ atau yang disebut : The Law of Diminishing Return, yang formulanya adalah :
Apabila penggunaan satu macam input (X1) ditambah dengan input-input yang lain (X2,X3,…,Xn) tetap maka tambahan output (Y) yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input (X1) yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Bahwa tahapan produksi menurut hukum Diminishing Return dapat dibagi menurut tiga tahapan, yaitu :
a.    Produksi total dengan increasing return, sebagai daerah irrasional, karena tidak akan dipilih oleh produsen
b.    Produksi total dengan decreasing return, sebagai daerah rasional, yaitu tempat pilihan produsen untuk memutuskan tingkat produksinya
c.    Produksi total yang semakin menurun, sebagai daerah irrasional, yaitu tingkat penggunaan input yang tidak akan dilakukan oleh produsen

B.  FAKTOR PRODUKSI
       Faktor-faktor produksi sebagai sumberdaya sebagaimana karakter perilakunya diatas, dapat dispesifikasikan kepada 4 macam kategori, yaitu :

a.    Sumberdaya Alam (Natural Resources)
           Faktor produksi alam adalah sumber daya yang bersumber dari alam, antara lain darat, laut, maupun udara. Tanah, air, udara, tumbuhan, binatang, bebatuan, mineral, barang tambang, adalah sebagian contoh faktor produksi alam. Faktor produksi ini dapat diperoleh dengan cara sewa atau membeli.

b.    Sumberdaya Manusia (Human Resources)
           Faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan jasmani atau rohani manusia yang dikorbankan untuk proses produksi. Buruh, mandor, tenaga harian, satpam, kepala bagian, adalah beberapa contoh dari human resources. Atas korbanan kerja, maka imbalan yang didapat para tenaga kerja ini adalah upah, gaji, honorarium.
           Secara umum faktor produksi tenaga kerja dapat dipisahkan atas dua macam, yaitu :
1)    Sumberdaya Rohaniyah, yaitu sumberdaya yang lebih banyak menggunakan kemampuan ketrampilan intelektual daripada kekuatan fisik. Macam sumberdaya ini meliputi :
a)     Managerial skill (ketrampilan manajemen), yaitu kemampuan mengelola segala sumber usaha untuk mencapai tujuan usaha.
b)     Technological skill (ketrampilan teknologi), yaitu kemampuan menggunakan atau menerapkan teknologi dalam proses produksi.
c)     Organizational skill (ketrampilan organisasi), yaitu kemampuan membangun kerjasama, membagi tanggungjawab dalam proses produksi.

2)    Sumberdaya Jasmaniah, yaitu sumberdaya manusia yang lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik dalam proses produksi. Sumberdaya ini dapat dikategorikan atas tiga macam, yaitu :
a)    Tenaga kerja terdidik (skilled labour)
b)    Tenaga kerja terlatih (trained labour)
c)    Tenaga kerja tidak terdidik (unskilled labour)

c.    Sumberdaya Modal (Capital Resources)
           Modal sebagai sumberdaya tidaklah sebatas menunjuk pada finansial uang semata, melainkan dapat pula berwujud material barang maupun yang bersifat abstract tidak berwujud fisik yang digunakan dalam proses produksi.
Balas imbalan jasa atas penggunaan modal bagi pemiliknya adalah berupa bunga atau sewa, kelancaran usaha, kerjasama, good will dan sebagainya.

d.    Sumberdaya Teknologi (Technology Resources)
           Teknologi dapat diartikan sebagai sarana atau metode atau cara yang canggih sehingga sesuatu proses produksi dapat berlangsung secara lebih lancer dan hasilnya lebih produktif.
.


Sumber bacaan :
Buku Materi Ekonomi SMA/MA (Bagian Satu)
Oleh Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S.

Universitas Wisnuwardhana Malang

Jumat, 17 April 2015

EKONOMI : HARGA KESEIMBANGAN PASAR

HARGA KESEIMBANGAN PASAR


A.  HARGA KESEIMBANGAN
       Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga hasil kesepakatan permintaan konsumen dengan penawaran penjual, secara grafis ditunjukkan oleh titik perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Pada keadaan ini, tingkat harga dan jumlah barang menjadi keputusan konsumen pembeli maupun penjual untuk deal dalam transaksi. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya.

B.  PERGESERAN TITIK KESEIMBANGAN
       Harga keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran bila didorong oleh perubahan penawaran/permintaan, yang dapat dispesifikasi menurut sebab-sebab sbb :
a.    Pertambahan jumlah permintaan
Bila jumlah permintaan bertambah sementara jumlah penawaran tetap, maka terjadi kecenderungan harga akan naik.
b.    Berkurangnya jumlah permintaan
Bila jumlah permintaan berkurang sementara sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun.
c.    Bertambahnya jumlah penawaran
Bila jumlah penawaran bertambah sementara jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun.
d.    Berkurangnya jumlah penawaran
Bila jumlah penawaran berkurang sementara jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik.



C.  MENGHITUNG KESEIMBANGAN PASAR
       Bahwa harga keseimbangan dihasilkan oleh proses tarik menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Untuk dapat menentukan tingkat keseimbangannya, maka dapat ditempuh melalui 3 cara pendekatan, yaitu dengan pendekatan tabel, dan pendekatan grafis serta pendekatan matematis.
a.    Pendekatan Tabel
Contoh permintaan dan penawaran pasar atas ubi, dapat diikuti sebagai berikut:

Tabel Permintaan & Penawaran Pasar pada berbagai kondisi

Kondisi
Harga per Kilogram
(Rp)
Jumlah ubi yang diminta Pasar per bulan (Kg)
Jumlah ubi yang ditawarkan Pasar per bulan (Kg)
A
Rp 900,00
12
54
B
Rp 850,00
18
46
C
Rp 800,00
24
38
D
Rp 750,00
30
30
F
Rp 700,00
36
22
G
Rp 650,00
42
14
H
Rp 600,00
48
6

           Dengan menyusun tabel harga (P), jumlah penawaran (Qs) dan jumlah permintaannya (Qd) terlihat suatu keadaan dimana pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, maka pada saat tersebut terjadi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan.
           Bahwa Qs = Qd terjadi pada volume sebesar 30 kg ubi dan harganya sebesar Rp 750,00 per kilogram. Bertolak pada kondisi diatas harga keseimbangan adalah pada Rp 750,00/kg dan jumlah/output keseimbangannya pada 30 kg ubi per bulan. Pendekatan ini hanya bisa dilakukan bilamana pada data/tabel memang terdapat angka-angka yangsama antara Qs dengan Qd.


b.    Pendekatan Grafis / Kurva
Dengan melukiskan dalam bentuk garis bertolak pada data diatas, maka akan dapat diperolah harga keseimbangan pada jumlah keseimbangannya.









c.    Pendekatan Matematis
           Secara matematis, angka keseimbangan terjadi bilamana kurva permintaan (Qd) berpotongan dengan kurva penawaran (Qs). Dua kurva akan berpotongan bila nilai persamaan kurva permintaan akan sama dengan nilai persamaan kurva penawaran. Bahwa keseimbangan akan disaat Qd (kuantitas yang diminta) = Qs (kuantitas yang ditawarkan) atau pada keadaan Pd (harga yang diminta pembeli) = Ps (harga yang ditawarkan oleh penjual).
           Dengan memanfaatkan data pada tabel diatas, maka dapat dihitung persamaan kurva permintaan maupun persamaan kurva penawaran.
           Dengan memandang masing-masing kurva berupa garis lurus (linier curve) maka rumus untuk mencari persamaan garis lurus melalui 2 titik dapat dipergunakan.
Rumus termaksud adalah :
           Missal titik A (X1,Y1) dan titik B (X2, Y2), maka rumus persamaan garis yang melalui 2 titik :
               Y2 – Y1
Y – Y1 =               . ( X – X1 )
               X2 – X1
           Karena dalam ekonomi sumbu Y = sumbu P (harga) dan sumbu X = sumbu Q (kuantitas), maka rumus di atas dapat dirubah menjadi :
               P2 – P1
P – P1 =               . ( Q – Q1 )
               Q2 – Q1

           Menurut data pada tabel dimuka, persamaan kurva permintaan dapat dihitung dengan memakai 2 titik yaitu titik A (12, 900) dan titik H ( 48, 600), maka persamaan kurva permintaannya :
                600 – 900
P -  900 =                 . ( Q – 12 )
                 48 – 12
P - 900 = -300 / 36 . ( Q – 12 )
P – 900 = -8,333 . ( Q – 12 )
P – 900 = -8,333 . Q + 100
P          = -8,333 Q + 100 + 900
Pd        = -8,333 Q +1000   (Persamaan Permintaan)

           Untuk mencari persamaan kurva penawarannya dengan memakai 2 titik yaitu titik A (54, 900) dan titik G (6, 600), maka persamaan kurva penawarannya dapat dicari yaitu :
                600 – 900
P -  900 =                 . ( Q – 54 )
                     -48
P - 900 = -300 / -48 . ( Q – 54 )
P – 900 = 6,25 . ( Q – 54 )
P – 900 = 6,25 . Q – 337,5
P          = 6,25 Q – 337,5 - 900
Ps        = 6,25 Q + 562,5   (Persamaan Penawaran)

           Bahwa syarat terjadinya keseimbangan adalah Qd = Qs atau Pd = Ps. Karena Pd dan Ps sudah diketahui, maka keseimbangan dapat diperoleh :

           Pd                               =          Ps
           -8,333 Q + 1000        =          6,25 Q + 562,5
           14,58333 Q               =          437,5
           Q                                 =          437,5 / 14,58333
           Qe                               =          30
                                                           (Qe = Kuantitas Keseimbangan)

Bila Q = Qe sudah diketahui sebesar 30, maka Pe bisa dicari, yaitu :
           Pe                               =          6,25 . (30) + 562,5
           Pe                               =          187,5 +562,5
           Pe                               =          750

           Dari hasil perhitungan ini, menunjukkan bahwa ketiga pendekatan tersebut  (pendekatan tabel, pendekatan grafis dan pendekatan matematis) mendapatkan hasil yang sama.
          



Sumber bacaan :
Buku Materi Ekonomi SMA/MA (Bagian Satu)
Oleh Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S.

Universitas Wisnuwardhana Malang