Senin, 16 Maret 2015

EKONOMI : TEORI PERMINTAAN

TEORI PERMINTAAN


A.  PERMINTAAN
       Permintaan adalah kemampuan efektif pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa pada berbagai kemungkinan tingkat harga dalam waktu yang sama.

B.  HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan berbunyi :
       Jumlah barang dan atau jasa yang diminta dipengaruhi oleh harga, jika harga naik maka jumlah yang diminta turun dan sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang diminta akan naik, dengan asumsi faktor-faktor lain tidak berpengaruh.
Atau secara singkat, “jumlah yang diminta berbanding terbalik dengan harga, ceteris paribus”.
       Dalam konteks ini, hukum permintaan harga berlaku untuk jenis-jenis barang normal, bukan untuk barang mewah (superior, misal : barang bergengsi dalam proses lelang) dan bukan pula untuk barang tunai nilai (barang inferior, misal : makanan gaplek, barang kedaluwarsa).
       Untuk barang superior, bilamana harganya naik maka semakin bergengsi, dan jumlah yang diminta semakin meningkat pula. Sedang untuk barang inferior, bilamana harganya turun maka jumlah barang yang diminta juga turun, sehingga barang ini membuat gengsi menjadi turun.

C.  KURVA PERMINTAAN
Kurva permintaan berkedudukan miring dari kiri atas ke kanan bawah (koefisien arah yang negatif), sejalan dengan sifatnya berlawanan arah dengan perubahan harga, sebagaimana ditunjukkan melalui gambar berikut.

                                       P
 


         D
 

0                                                                                 Q
Kurva permintaan linier barang
dengan variabel jumlah Q, yang dipengaruhi harga P

P

P3


 
C
P1

A
P2


B









0
           Q3      
       Q1      
      Q2
Q

Berbagai kemungkinan permintaan barang
dengan jumlah Q, dan barang P yang berubah (dalam satu kurva),
A (P1,Q1), B (P2,Q2), dan C (P3,Q3)

D.  PERGESERAN KURVA PERMINTAAN
       Adalah ditunjukkan dengan semakin menjauhnya garis permintaan dari susunan salib sumbu (dari ake c), yang terjadi sebagai akibat pengaruh variabel eksternal selain jumlah barang dan harga, demikian sebaliknya semakin mendekat (dari a ke b) akibat perubahan variabel lain diluar variabel jumlah barang dan diluar variabel harga, misalnya karena penyebab pendapatan konsumen yang meningkat atau menurun.
       Kurva permintaan meningkat ditunjukkan melalui kurva yang bergeser ke kanan atas dan menurun melalui kurva yang bergerak ke kiri bawah.








E.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
Adalah cukup banyak variabel yang mempengaruhi (yang disebut = faktor) permintaan selain dari pada pengaruh variabel harga yaitu :
1.    Selera masyarakat
2.    Jumlah pendapatan
3.    Intensitas kebutuhan
4.    Adanya barang substitusi atau barang pengganti
5.    Adanya barang komplementer atau barang pelengkap
6.    Musim
7.    Banyaknya konsumen yang menghendaki komoditi barang termaksud
Permintaan dapat dispesifikasikan lebih tajam lagi dalam kaitannya ketersediaan anggaran, yaitu menjadi :
1.    Permintaan absolut, permintaan yang harus dipenuhi tanpa memperhitungkan kemampuan daya beli.
2.    Permintaan potensial, permintaan yang disertai dengan kemampuan daya beli.
3.    Permintaan efektif, permintaan yang diwujudkan dengan membeli.


F.   URAIAN MATEMATIS
       Dalam bentuk model matematis, fungsi permintaan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.    Model fungsi permintaan dirumuskan :
               Qd = a – b . P
Qd = jumlah barang yang diminta
 a   = konstanta
 b   = koefisien arah
 P   = harga barang

2.    Rumus persamaan garis melalui dua titik yaitu :
 P  – P1    =    Q – Q1
P2 – P1         Q2 – Q1

3.    Contoh hipotesis
Harga
(Price)
Jumlah yang dibeli
(Quantity Demand)
250
35
300
30
35
25
375
15
450
12



Sumber bacaan :
Buku Materi Ekonomi SMA/MA (Bagian Satu)
Oleh Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S.
Universitas Wisnuwardhana Malang

EKONOMI : PRINSIP EKONOMI

PRINSIP EKONOMI
POSTED BY OBROLAN EKONOMI POSTED ON 1/07/2013 WITH 7 COMMENTS


Prinsip Ekonomi 
Pengertian dari prinsip ekonomi adalah sebuah sistem pengorbanan yang dilakukan oleh suatu pihak yang cenderung diminimalisir sebisa mungkin namun dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari pengorbanan itu. Umumnya sistem ekonomi yang ada di dunia saat ini memang menganut prinsip seperti ini, meskipun ada beberapa pandangan yang menyatakan bahwa prinsip seperti ini sebenarnya sudah kurang sesuai dengan kondisi sekarang.
Dalam realitas hidup banyak pilihan dan antara berbagai alternatif yang bisa dipilih maka individu harus membuat keputusan.

Adapun prinsip – prinsip ekonomi dibagi dalam 10 prinsip ekonomi, yaitu :

1.    Setiap orang melakukan TradeOff
Pelajaran pertama mengenai pengambilan keputusan dapat dirangkum dalam pribahasa “tidak sesuatu yang gratis di dunia ini” artinya saat hendak mendapatkan sesuatu maka kita harus mengorbankan sesuatu yang lainnya.
Sebagai contoh, saat seseorang memilih belajar, maka orang tersebut telah kehilangan kesempatan untuk mengerjakan hal lainnya seperti bermain futsal, sepeda atau jalan-jalan. Kegiatan lain yang tidak bisa dilakukan saat seseorang tersebut belajar di sebut sebagai biaya.
Tradeoff yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal  dari sumberdaya langka yang ada. Dan pemerataan yaitu pembagian hasil yang merata dari sumberdaya langka tersebut terhadap masyarakat.

2.    Pengorbanan biaya untuk mendapatkan sesuatu.
Seperti yang telah dijelaskan pada prinsip pertama, pengertian biaya adalah apa yang kita korbankan untuk mendapatkan sesuatu. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi biasa disebut sebagai opportunity cost.


3.    Orang berpikir secara rasional
Artinya saat seseorang menentukan keputusan atau pilihan, orang tersebut bekerja pada pikiran rasional. Saat menghadapi pilihan untuk melanjutkan sekolah (S2) atau mecari kerja. Yang ia pikirkan adalah apa keuntungan dari melanjutkan sekolah yaitu pengetahuan, pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan lebih bersar. Atau memilih mencari kerja dengan keuntungan yaitu lebih cepat memiliki penghasilan sendiri. Dan kerugiannya, yaitu kehilangan hal-hal dari pilihan yang ia tinggalkan.

4.    Orang tanggap terhadap insentif
Seseorang biasanya akan lebih “aktif” saat seseorang tersebut mendapatkan keuntungan tambahan dari apa yang ia kerjakan. Contohnya seseorang akan bekerja sesuai porsi saat penghasilannya tetap, tetapi saat ada insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya. Contoh lainnya  adalah seperti motto Pak Ogah, yang  hanya akan bekerja apabila ada “cepe”.

5.    Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak
Pada prinsip ini yang paling ditonjolkan adalah spesialisasi, contohnya yaitu suatu Negara akan memproduksi sesuai kemampuan yang paling optimal ( biaya produksi rendah, kemampuan produksi tinggi, kualitas bagus) yang dimiliki lalu menjualnya ke Negara lain yang tidak optimal produksinya dari barang tersebut dan barang produksi yang tidak bisa dihasilkan secara optimal maka Negara tersebutpun akan membeli dari Negara lain yang produksinya lebih optimal.

6.    Pasar secara umum adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi.
Dengan menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusan-keputusan dari suatu perencanaan yang terpusat, digantikan oleh keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga. Perusahaan memutuskan siapa yang akan dipekerjakan dan barang apa yang akan diproduksi, kemudian rumah tangga memutuskan akan bekerja di perusahaan mana dan akan membeli barang apa dari penghasilan mereka. Perusahaan dan rumah tangga saling berinteraksi di pasar, dimana harga dan kepentingan-kepentingan pribadi mempengruhi dan memandu keputusan-keputusan yang mereka buat.

7.    Pemerintah Kadang Mampu Meningkatkan faktor produksi.
Seperti dalam kasus 
krisis perekonomian seperti sekarang diamana banyak perisahaan yang bangkrut dan terjadi kegagalan pasar, pemerintah dapat turun tangan dan menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan, dan menjaga kemampuan produksi sekaligus meminimalisir angka pengangguran dengan cara melakukan buyout, atau pembelian/pengambil alihan sebuah perusahaan oleh pemerintah. Walau begitu pemerintah tidak selalu harus melakukan hal tesebut.

8.    Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa
Apa yang bisa menjelaskan perbedaan-perbedaan yang sangat besar antara satu standar hidup dengan standar hidup lainnya diberbagai Negara di dunia?. Jawabannya cukup sederhana, yaitu kemampuan factor produksi dari suatu Negara. Dinegara dimana para pekerjanya dapat menghasilakan barang dan jasa dalam jumlah besar per satu satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang tinggi. Begitu pula sebaliknya. Hubungannya yaitu tingkat pertumbuhan produktivitas suatu Negara menetukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-ratanya.

9.    Harga-harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak
Tingginya tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi uang itu sendiri, menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin kurang berharga yang berdampak pada terjadinya inflasi. Sehingga harga barang naik karena niali dari uang tersebut menurun.

10.  Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Tradeoff antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah sementara, namun dapat berlangsung menahun. Dinegara tertentu meningkatnya inflasi akan mengurangi  pengangguran. Namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia

http://obrolanekonomi.blogspot.com/2013/01/10-prinsip-ekonomi-dan-penjelasan.html